01 Januari 2009

Sarapan-lah ...

Orang Jarang Sarapan Cenderung Peroleh Pengalaman Seksual Dini Rata Penuh Tokyo (ANTARA News) - Ada banyak teori mengenai kaitan antara makan dan seks, namun para peneliti Jepang menyodorkan temuan baru, orang muda yang jarang sarapan cenderung kehilangan keperawanan atau keperjakaan lebih awal. Dalam pengkajian yang melibatkan 3.000 orang, mereka yang tidak makan pagi secara teratur pada awal masa remaja menyatakan mereka rata-rata kehilangan keperawanan pada usia 17,5 tahun, ketimbang usia rata-rata pada umumnya, yakni 19 tahun pada semua orang Jepang. Mereka yang makan pagi semasa muda, rata-rata baru mendapat pengalaman seksual pertama pada usia 19,4 tahun. Pengkajian itu, yang didukung Kementerian Kesehatan Jepang, bertujuan menemukan cara-cara mengurangi kehamilan yang tak diinginkan. Studi tersebut berkesimpulan kehidupan di rumah yang stabil membuat orang berpikir-pikir untuk melakukan hubungan seksual pada usia dini. "Mereka yang merasa tak bahagia dengan orang tua mereka, seperti tak menyediakan sarapan, boleh jadi condong menemukan cara untuk melepaskan frustrasi mereka dengan main seks," kata Kunio Kitamura, ketua Perhimpunan Keluarga Berencana Jepang yang memimpin riset itu. "Jika anak-anak tidak merasa nyaman dalam lingkungan keluarga, mereka cenderung pergi keluar", katanya kepada AFP. Lagi pula, orang muda yang mulai melakukan hubungan seksual lebih awal memiliki kecondongan tak sempat makan pagi karena mereka pulang terlalu larut malam, katanya. Survei itu juga menemukan hampir 40 persen pasangan yang menikah tidak melakukan hubungan intim lebih dari sebulan. Para responden mengaku mereka terlalu lelah karena bekerja atau menilai seks malah menimbulkan rasa sakit, kata pengkajian. (*) Sumber : http://www.antara.co.id/arc/2008/12/27/orang-jarang-sarapan-cenderung-peroleh-pengalaman-seksual-dini Selengkapnya...

30 Desember 2008

Gaza-ku yang Malang

Selengkapnya...

27 Desember 2008

Horeee Tahun Baru-an....

Tahun Baru yang selalu ditunggu sudah hampir tiba. Tidak tanggung-tanggung, Dua Tahun Baru bahkan berhimpitan, Ya... 1 Muharam 1430H (Senin, 29 Desember 2008) dan 1 Januari 2009M, yang satu Tahun Baru Hijriah (Islam) dan satunya Tahun Baru Masehi (Kristiani). Mudah2 an dengan bergandengannya kedua Tahun Baru itu juga menjadi pertanda bergandengannya "2 Umat Besar" tsb untuk mencari solusi terbaik dalam menggapai 'DAMAI', Semoga hilang pula acara "Saling Paksa & Saling Hujat" dalam kehidupan beragama satu sama lain.

Yah ... sudah bukan masanya lagi hal tsb terjadi, coba kita renungkan sebentar saja hakekat dari "Tahun Baru", ternyata tahun usia kita juga bertambah, yang otomatis berkurang juga "Jatah Hidup" kita di panggung sandiwara (dunia) ini. Contohnya penulis, jika Sang Pencipta menjatah dg usia 60 tahun, maka tahun ini menjadi tinggal 23 tahun lagi. kelihatannya cukup banyak, namun melihat gaya hidup kita yang seperti jaman sekarang ini, sepertinya sangat kurang untuk mencari 'Bekal' dalam mengarungi perjalanan di 'Kehidupan Nanti'. Yang entah kita akan hidup untuk berapa lama lagi, katanya untuk selamanya/abadi.

Mungkinkah tawa di usia renta ini menjadi tawa terakhir dalam menghadapi jerit-tangis penderitaan di kehidupan nanti ... ???

Selamat Tahun Baru Hijriah & Masehi (1430 H & 2009M)
Semoga Selamat Pula Kita di Kehidupan Ini dan Kehidupan Nanti
Amin
Selengkapnya...