21 Mei 2010

Hari Kebangkitan Nasional

Harkitnas (Hari Kebangkitan Nasional) adalah sebuah moment yang harus dijadikan titik awal untuk memperbaiki "Jiwa Nasionalisme" kita yang mulai luntur & goyah oleh terpaan badai permasalahan bangsa.

Badai yang bernama Krisis Ekonomi, Moral & Ahlak, dan Kepemimpinan,
Carut marutnya penegakan hukum & HAM,
Sirnanya teladan penguasa kepada rakyatnya.

Rakyat selalu dimotivasi untuk bekerja & berusaha lebih keras, namun pejabat malahan rajin mengumpulkan dana, berbelanja & berwisata.

Rakyat di anjurkan untuk bersabar dan tabah dalam segala kondisi & keadaan, namun pejabat malah mengajarkan marah-marahan & jual beli pukulan.

Rakyat diarahkan untuk menggunakan fasilitas umum agar lebih tertib & efisien, namun pejabat 'jor joran' kendaraan mewah.

Rakyat diwajibkan menjaga persatuan & kesatuan untuk NKRI, namun pejabat malahan sibuk mengedepankan kepentingan perorangan/golongan dengan menghalalkan berbagai cara.

Bagaimana bangsa & negara yang kita cintai ini akan dapat makmur-sejahtera (Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo) jika perilaku anak bangsa ini terus demikian.
Sepertinya semua itu hanya cita-cita yang tidak akan pernah kesampaian hingga akhir zaman, atau malahan hanyalah menjadi angan-angan. Selengkapnya...

26 Februari 2010

Kelahiran Sang Tauladan

Hari Jumat 26 Februari 2010M atau yang bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1431H merupakan salah satu hari yang paling diingat oleh Umat Muslim di jagad ini. Ya.., hari kelahiran satu-satunya orang yang bergelar "Dapat Dipercaya" (Al Amin) oleh penduduk Mekkah (orang non muslim tentunya), yang tiada lagi orang bergelar itu hingga kini (sampai akhir nanti). Kelahiran yang telah 'dijanjikan' oleh Tuhan Yang Maha Mengetahui beberapa abad sebelum kelahirannya, yang dibenarkan oleh kitab-kitab terdahulu. Bayi yang telah 'dibersihkan dan disucikan' jiwanya oleh Tuhan Yang Maha Suci untuk dipersiapkan nantinya akan mendapat wahyu-Nya. Bayi yang telah yatim pada masa kelahirannya, dan piatu pada masa kanaknya.

Ketika telah tumbuh menjelang dewasa, dia telah menjadi teladan 'kejujuran' bagi orang-orang sekitarnya, teladan 'ketabahan' dalam menjalani hidupnya, teladan sebagai 'penggembala' yang luar biasa, teladan 'ahli niaga' yang sukses dengan konsep kejujurannya, dan teladan-teladan terbaik lainnya yang dapat diiplementasikan dikehidupan sehari-hari untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki, di kehidupan dunia ini dan di 'kehidupan abadi' nanti.

Selengkapnya...

30 Januari 2010

Anakku

Anakku, kehadiranmu itu
Laksana Embun pagi yang menyejukkan
Laksana Rembulan di gulitanya malam
Laksana Mentari pagi yang menyinari
Laksana Bintang gemintang bagi nelayan
Laksana Hujan dimusim kemarau
Laksana Oase yang jernih di padang sahara

Hilanglah kegerahan kami dalam penantian
Lenyaplah kegelapan kami dalam tanya
Hangatkan jiwa kami
Cercah cahayamu menyinari hati kami
Sinar kelembutanmu menuntun arah kami
Kesejukan air kasihmu mengguyur kami
Dan,
Kejernihan mata airmu melenyapkan dahaga kami

Engkau telah mengingatkan kami
Untuk mengingat-NYA
kembali
Dalam lalai kami, khilaf kami dan kealpaan kami
Engkau adalah karunia dan nasehat bagi kami
Puji syukur Tuhanku
Terima kasih, Anakku

Untuk Putra ke-3 Kami, Rabu, 27 Feb 2010M /11 Safar 1431H
Selengkapnya...